Mungkin istilah “Design Thinking” sudah sangat lazim didengar dan diketahui, namun dalam relevansi dan pengaplikasiannya, ternyata masih banyak yang belum memahami apa sebenarnya “Design Thinking”.
Apa itu Design Thinking?
Di Labtek Indie, kami mempelajari Design Thinking lewat IDEO. Dari sekian banyak definisi, kami menyimpulkan bahwa Design Thinking adalah sebuah pendekatan atau cara berpikir (framework) untuk membantu kita memecahkan masalah, atau singkatnya, problem-solving framework. Maka untuk menggunakan dan mempelajari Design Thinking, dimulai dengan adanya masalah, dan adanya orang-orang atau subjek yang merasa memiliki masalah.
Bagaimana Proses Design Thinking?

Langkah-langkah dalam Design Thinking meliputi proses berempati pada si pemilik masalah/user, mendefinisikan/menajamkan rumusan masalah, ideasi, prototyping, menguji atau testing dan implementasi. Tapi langkah-langkah ini bukan langkah linear, artinya, pada prakteknya tahapan Design Thinking bisa dimulai dari mana saja. Utamanya, yang perlu didapatkan dari proses ini adalah memahami masalah dan ikatannya pada orang-orang yang memiliki masalah tersebut, cukup ruang untuk eksplorasi solusi-solusi yang memungkinkan, dan mencoba untuk konkret mewujudkan ide-ide tersebut.
Apa itu Wallet Project?
Wallet Project adalah cara cepat untuk mengenal framework Design Thinking yang dibuat oleh d.school di Universitas Stanford. Wallet Project dikembangkan d.school dengan semangat baik menularkan pengetahuan, sehingga siapapun bisa belajar dan mengajarkan dengan cuma-cuma. Kelebihan crash-course ini adalah peserta bisa langsung mengalami siklus proses Design Thinking dalam waktu kurang lebih 2 jam saja, melalui contoh kasus yang sederhana dan sehari-hari: Dompet! Peserta akan bekerja berpasangan (berdua-dua) dan dipandu melalui langkah-langkah spesifik dalam beberapa menit saja di setiap langkahnya. Objektif dari workshop ini adalah setiap peserta diminta untuk merancang sesuatu yang berguna dan berarti bagi partnernya. Walau namanya wallet project, namun pada prosesnya peserta akan dibebaskan dari “produk” apapun sebagai hasil akhirnya. Menariknya, lewat praktek ini, seringkali kita disadarkan bahwa memahami seseorang bisa dimulai dari hal sepele atau sederhana sekalipun sebagai “pembuka”, seperti dompet!
Foto oleh Gani Amin Gutama dari Selaksa, diambil saat Wallet Project bersama tim Selaksa.
Jakarta, 20 Juni 2024 di Semesta Selaksa.
Tautan Lebih Jauh
Materi Wallet Project bisa diunduh dengan gratis di sini 🙂